Sabtu, 25 Juni 2011

Selamatkan anak-anak dari pornografi!

Selamatkan anak-anak dari pornografi!
By:
DINO A. FAHRIZAL

Pornografi sudah sangat membahayakan generasi muda. Tengoklah fakta menyedihkan ini : terobsesi film porno, empat pemuda setubuhi gadis di bawah umur (detikcom, 21/012011), sebelumnya, dua bocah kelas 5 Sekolah Dasar, diduga memperkosa teman sekolahnya (detikcom, 19/01/11).

Fakta tersebut tentu saja hanya merupakan puncak gunung es yang tampak di permukaan, sedangkan potensi untuk terjadi hal serupa atau lebih buruk masih sangat besar. Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2010 lalu merilis hasil penelitian yang sepatutnya menjadi warning keras bagi kita : 67 persen dari siswa SD kelas 4-6 pernah mengakses informasi pornografi. Komik menjadi sumber terbesar akses pornografi bagi anak, berikutnya adalah internet, game, televisi dan telepon genggam. Media akses pornografi tersebut sangat mudah dijangkau oleh anak-anak, sehingga harus secara serius ditangani oleh semua pihak, mulai dari pemerintah hingga para orang tua.

Aturan Warung Internet (Warnet)
Keberadaan warnet hampir terlihat di sudut-sudut kota dengan berbagai fasilitasnya. Kehadiran warnet memang membantu kita ketika membutuhkan data atau informasi dalam penyelesaian pekerjaan atau tugas sekolah. Namun, warnet juga rentan dipergunakan untuk hal-hal negatif. Oleh karena itu, pemerintah/pemerintah daerah selayaknya menutup atau meminimalisir terbukanya peluang pada hal negatif tersebut. Perlunya pengaturan karena warnet merupakan sarana yang paling mudah dijangkau dan digunakan bagi siapa saja, termasuk oleh anak-anak.

Sejumlah hal yang harus diperhatikan, diantaranya : design ruangan warnet. Sejumlah warnet menggunakan bilik tertutup penuh bagi penggunanya. Hal ini akan menimbulkan potensi besar penyalahgunaan, seperti : mengakses pornografi, melakukan hubungan intim pasangan beda jenis di luar pernikahan, dll. Jangan sampai bilik tertutup itu menjadi “kamar murah” bagi pasangan di luar nikah.

Kemudian, berkaitan dengan mudahnya mengakses pornografi dari warnet. Pemerintah selayaknya mewajibkan warnet untuk memiliki software untuk memblokir pornografi. Berkaitan dengan hal ini, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah menyediakan software tersebut (DNS Nawala) dan bisa diunduh secara gratis. Dengan adanya software tersebut diharapkan mampu meminimalisir akses porno kepada masyarakat, terutama anak-anak.

Peran Orang Tua
Berbagai media akses pornografi sebagaimana disebutkan sebelumnya bisa jadi bersifat netral. Penggunanya-lah yang menentukan akses internet -serta media lain- akan menjadi hal yang bermanfaat atau sebaliknya, justru menjadi benih yang merugikan. Oleh karena itu sangat penting bagi para orang tua untuk mengenali lebih dekat apa saja yang dilakukan oleh anak (termasuk memahami perkembangan teknologi), membimbing serta mengarahkan penggunaan berbagai media tersebut semaksimal mungkin untuk hal-hal positif. Terutama menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran agama secara kokoh kepada sang anak. Karena saat sendirian berhadapan dengan media internet misalnya, maka hanya keimanan yang bisa menyelamatkannya dari melakukan hal-hal negatif.

Peraturan yang tegas dan adil dari pemerintah, serta pengawasan yang aktif dan cerdas dari orang tua diharapkan mampu menyelamatkan generasi muda dari bahaya pornografi. Menyelamatkan generasi hari ini, berarti menyelamatkan bangsa di masa depan.
****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar