PELAKSANAAN PENDIDIKAN ALTERNATIF
BELAJAR ITU ASYIK …
oleh :
DINO A. FAHRIZAL
Bagi sebagian orang, belajar masih menjadi kegiatan yang membosankan, tidak menarik, bahkan menjadi beban. Padahal belajar itu bisa menjadi kegiatan yang mengasyikkan jika kita mengetahui rahasianya. Apa rahasianya? Simak ulasan berikut.
Belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perilaku baru secara keseluruhan, hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya1. Menurut Piaget2 belajar merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sehingga terjadi perkembangan intelek individu. Dari pengertian belajar tersebut kita mengatahui bahwa belajar adalah proses sadar yang dilakukan oleh indivudu –juga kelompok- dengan tujuan akhir adalah perubahan perilaku. Perubahan perilaku dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tadinya tidak teratur menjadi teratur, dsb. Oleh karena itu, layaknya setiap pembelajar mengetahui tujuan akhir dia mempelajari sesuatu. Hal ini akan menumbuhkan minat dan semangat dalam belajar.
Pelajar di bangku sekolah, mahasiswa di ruang-ruang kuliah berada dalam proses belajar. Entah mereka tahu tujuan belajar atau tidak, yang mereka tahu adalah hadir pagi-pagi di kelas dari senin hingga sabtu duduk, diam, dengar, dan (kadang-kadang) dengkur. Jika kita bertanya, untuk apa sekolah? Kesimpulan akhirnya biasanya menyempit pada : agar bisa mendapatkan pekerjaan. Tentu saja ini bukan generalisasi, sekarang telah banyak inovasi dalam proses belajar-mengajar. Profesor Miftah Thoha, Guru Besar Magister Administrasi UGM, mengatakan bahwa dahulu metode mengajarnya adalah satu arah : beliau berpidato, mahasiswa mendengarkan, beliau selesai, kelas bubar. Hanya itu. Tidak ada diskusi. Namun seiring bertambahnya pengetahuan melalui berbagai pengalaman yang kaya, kini kita lebih memilih proses pembelajaran dua arah, yang menghendaki para pembelajar juga aktif di kelas.
Tidak ada panduan khusus agar belajar menjadi efektif. Yang ada adalah arahan umum bagaimana belajar menjadi menyenangkan. Dengan perasaan yang senang, kemauan akan muncul. Bukankah kemauan adalah salah satu faktor penting dalam hal apa pun, terutama pembelajaran? Mereka yang memiliki potensi yang tinggi namun dengan ketiadaan kemauan untuk belajar akan kehilangan kesempatan mengeluarkan potensinya. Sedangkan mereka dengan potensi tidak istimewa namun memiliki kemauan keras untuk belajar akan menuai hasil yang lebih menggembirakan.
Jika belajar di ruang kelas membosankan karena metodenya yang tidak kita sukai, suasananya yang tidak sesuai selera kita, jangan menyerah lalu berhenti belajar. Temukan gaya belajar yang Anda sukai lalu ciptakan kondisi yang Anda inginkan dalam belajar. Bisa di rumah, di sekolah dengan kelompok belajar atau di manapun di mana Anda bisa mengendalikan lingkungan. (jadi kayak artikel motivasi nih..he)
Karena kemauan terkadang sulit untuk ditemukan maka yang harus dilakukan adalah PAKSA. Ya paksa. Bahkan saat dilahirkan kita memerlukan proses ‘pemaksaan’ bukan? Seperti menaiki sepeda, kayuhan pertama memang terasa berat, namun setelah berjalan tiupan angin terasa segar dan kayuhan semakin ringan. Demikian pula dengan belajar. Buku yang tebal terasa berat untuk dibaca, namun setelah dibaca kita akan mendapati keasyikan tersendiri yang akan membuat mata mengantuk. Lalu tertidur. Haha. Bukan itu maksudnya di sini. Meskipun tidak dapat dibantah membaca memang membuat kantuk cepat datang, anggap saja itu godaannya. Membaca lah secara aktif, buku-buku itu awalnya mati, dengan ada coretan (garis bawah, gambar, ulasan pribadi) maka buku itu menjadi hidup. Menjadi berwarna. Jangan takut mengotori buku dengan memberikan tambahan catatan, garis bawah atau coretan lainnya. Itu akan memudahkan kita ketika mengulangi membaca lembaran yang sama. Karena pokok pikiran yang kita tangkap telah ditandai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar