Sabtu, 25 Juni 2011

the power of love

The Power Of Love
oleh :
DINO ARIES FAHRIZAL

Apa yang membuat seseorang mampu bertahan dalam pekerjaan yang begitu menyita waktu dan tenaga? Mengapa seorang relawan rela meninggalkan istri dan anak-anaknya untuk waktu yang bagitu lama? Mengapa seseorang rela meninggalkan kasurnya yang empuk dan selimutnya yang hangat, mengambil air wudhu yang dingin di dini hari buta dan dengan khusuk menghadap Robb-Nya? Mengapa pula seorang pejuang dengan penuh semangat berlari ke medan perang yang justru akan merenggut nyawanya? Sementara di bagian lain bumi ini, banyak pula mereka yang mengisi hari-harinya dengan keluhan untuk masalah yang sangat sepele.
Alasan di balik semua kegigihan dan kesungguhan tersebut adalah cinta. Kekuatan cinta akan melahirkan kesediaan untuk berkorban, mengupayakan apa saja yang terbaik untuk yang dicintainya : keluarga yang dirindui, masyarakat yang senantiasa menanti karyanya, keyakinan yang dipegangnya, alam tempatnya bernaung, atau bahkan pekerjaan atau profesi yang sedang digelutinya.
Menguraikan makna cinta bisa menghasilkan berbuku-buku puisi, berjilid-jilid novel, ribuan instrument dan lagu, karena begitu pribadinya perasaan ini sehingga setiap orang bisa mengartikannya berbeda-beda. Kelompok musik Dewa (lagu cintai cinta) mengatakan bahwa cinta itu anugerah Tuhan untuk manusia agar dapat saling menyayangi, Iwan Fals mengungkapkan bahwa cinta dapat membuat orang melakukan apapun (lagu Maafkan Cintaku), Al-Qur’an (3:14) menyebutkan cinta itu adalah kesenangan hidup di dunia, yaitu kesenangan pada wanita-wanita, anak-anak, harta, kendaraan/kuda pilihan serta sawah dan ladang. Namun juga disebutkan (2:165) bahwa “adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”.
Apapun definisi cinta, namun kita sepakat bahwa cinta menjadi sebab kita melakukan kebaikan yang banyak dengan mengeluarkan potensi terbaik kita agar menjadi bukti kecintaan kita. Cinta lah yang mengajarkan kita tentang kejujuran, kerja keras, kerelaan memberi dan berkorban serta mempertahankan. Maka jika seseorang memanggil kita dengan sebutan cinta, namun tak berani bertanggung jawab, tak mau berkorban, suka membohongi, maka tiada artinya sebutan cinta itu. Karena cinta bukan sekadar sebutan lisan, apalagi nafsu rendahan, cinta adalah kekuatan terbesar untuk memberikan yang terbaik yang kita bisa.
Jika ada jawaban atas misteri mengapa seorang ibu rela mengorbankan dirinya demi keselamatan buah hatinya, maka itu adalah cinta. Jika ada kekuatan yang mengisi jiwa mereka yang tetap tegar di jalan kebenaran, walaupun harus tersiksa dalam keterhimpitan, maka kekuatan itu bernama cinta.
Perliharalah cinta itu agar tetap suci
Agar kobaran semangat selalu di hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar