Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit
Oleh :
DINO A. FAHRIZAL
Pepatah ini begitu popular dan terasa sangat akrab di telinga kita. Selama ini lebih sering dimaknai dalam bidang ekonomi khususnya tentang kegiatan menabung, padahal jelas maknanya jauh lebih luas daripada itu.
Seseorang yang sedang menyelesaikan tugas, menyelesaikan skripsi misalnya, dengan menargetkan untuk menyelesaikan tulisan minimal 2 lembar sehari, maka dalam kurun waktu yang tak begitu lama skripsinya akan selesai.
Makna yang kontra (negatif) pun bisa saja muncul dari pepatah ini. Misalnya seseorang yang terbiasa melakukan kejahatan dari yang kecil, seperti berbohong, lama kelamaan jika dilakukan terus-menerus hampir dapat dipastikan suatu hari akan menjadi kejahatan yang lebih besar.
Maka dalam pepatah ini juga dapat kita ambil sejumlah intisari sebagai berikut :
Tujuan
Meskipun tidak secara gamblang tertuang dalam pepatah tersebut, namun secara tersirat dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan sedikit demi sedikit tersebut adalah untuk tujuan tertentu, disadari ataupun tidak oleh pelakunya. Misalnya, kebiasaan begadang dan bangun kesiangan, akan melahirkan pribadi yang lemah dan produktivitas yang rendah, hal ini telah menjadi konsekuensi atas kegiatan/kebiasaan yang dilakukannya secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, walaupun tidak ada seorang pun yang ingin menjadi pribadi yang lemah.
konsistensi
konsistensi di sini adalah kekuatan, keinginan dan usaha untuk tetap berada dalam jalur atau tujuan yang telah ditetapkan. Kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten/terus-menerus akan menjadi kepribadian, watak dan ciri orang yang bersangkutan. Demikian pula dengan kejahatan. Maka dalam kehidupan bermasyarakat kita mungkin sering menemui masyarakatnya ‘melabeli’ seseorang dengan “baik hati”, “ramah”, atau “kasar” berdasarkan penilaian terhadap kebiasaan yang dilakukan terus-menerus sehingga menjadi wataknya sehari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar