(jangan) takut gagal…
Cobalah!
Oleh :
DINO ARIES FAHRIZAL
Banyak orang takut pada kegagalan. Bahkan sedemikian takutnya sehingga ia tak pernah berani untuk mencoba. Padahal, dengan demikian -tidak mencoba karena takut gagal- sebenarnya ia memang berhasil mengindari kegagalan, sekaligus juga berhasil menghindari kesuksesan. So..jika tidak berhasil, bukankah namanya juga gagal.
Rasa takut sebenarnya mekanisme normal dalam diri kita. Dengannya kita diminta untuk lebih waspada, atau dipaksa memacu energi ekstra agar mampu lepas dari tantangan atau bahaya. Lihatlah orang yang berlarian di tengah kobaran api, mampu memikul sebuah lemari es di punggungnya atau melompat dari tempat yang cukup tinggi dengan selamat. Sesuatu yang dalam kondisi normal, untuk dipikirkan saja sulit apa lagi dilakukan. Atau orang yang mampu berlari sangat cepat saat dikejar anjing…
Saat takut, kita dipaksa mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Jadi seharusnya rasa takut itu dipelihara, untuk mendapatkan hasil yang luar biasa.
Seandainya ketika dikejar anjing dan kita hanya berlari dengan kecepatan biasa –padahal ketakutan memicu adrenalin memuncak,yang dengannya kita bisa berlari lebih cepat- maka besar kemungkinan kita harus rela merogoh kocek untuk berobat –jika sempat- karena digigit anjing.
Rasa takut ada agar kita lebih mampu menghadapi kondisi yang ada. Mendorong kita untuk lebih maju. Rasa takut adalah rangsangan agar kita menjadi lebih baik untuk menghadapi tantangan, karenanya rasa takut bukan dipersiapkan untuk membuat kita berhenti lalu menyerah, hanya untuk menghidari sebuah kata : kegagalan.
Kini, kita menjadi tahu bahwa, menghindari kegagalan berarti kegagalan itu sendiri. Dan rasa takut seharusnya digunakan untuk mengeluarkan seluruh potensi terbaik kita dalam menghadapi sebuah tantangan.
Tiada peluang tanpa mencoba. Gagal karena mencoba adalah hal biasa bahkan bermanfaat, selama kita menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya.
So… jangan pernah berhenti mencoba. Selama kita belum mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar