Evaluasi sukses mu
Oleh :
DINO ARIES FAHRIZAL
Dalam ilmu manajemen kita mengenal POAC : Planning-Organizing-Actuating-Controlling atau sederhananya dapat kita katakan rencana-tindakan-kontrol-evaluasi. Demikian pula dengan hidup dan kesuksesan kita.
Oya, sebelum terlalu jauh, sebenarnya apa sih sukses itu?
Sukses biasanya identik dengan Produktivitas, Popularitas, dan Materi. Produktivitas bisa sejauh/sebanyak apa karya yang dihasilkan, popularitas dikaitkan dengan banyaknya relasi, dikenal banyak orang dan tentu saja Materi, punya uang yang banyak, rumah mewah, mobil selalu keluaran terbaru. Inikah definisi Anda?
Ada yang mengatakan Kesuksesan adalah ketika seseorang mampu meraih hal yang menjadi target atau cita-citanya. Kalau saya boleh bertanya, jika seseorang bercita-cita menjadi seorang dokter dan tercapai, sukseskah dia? Lalu apa setelah itu?
Yang lain mengatakan sukses adalah ketika mampu melampaui/mengalahkan orang lain. Saya teringat sebuah cerita tentang anjing yang menertawakan jangkrik karena lompatannya lebih tinggi daripada jangkrik. Namun, ternyata jika lompatan itu diukur dengan perbandingan ukuran tubuhnya maka jangkrik jauh melampaui anjing. So..Anda memakai indikator orang lain, atau indikator anda sendiri?
Jika sukses berarti materi katakanlah uang, maka berapa kali kita merasakan bahagia dalam hidup? Sebulan sekali, waktu mendapat gaji? Ketika modal usaha telah kembali dan untung? Atau katakanlah anda mendapat uang dengan mudah dan berlimpah, apa yang dapat dilakukan uang itu untuk membahagiakan anda?
Tujuan kita adalah agar bahagia. Sukses itu bahagia. Karenanya sukses itu harus setiap hari. Bukan sekali seumur hidup kala menerima ijazah sarjana.
Apakah bahagia memerlukan uang, harus popular kah, harus produktif kah? Tidak bisakah bahagia dengan hangatnya obrolan bersama keluarga di rumah yang sederhana? Tidak bisakah bahagia dengan bermain bersama anak-anak kita yang lucu?
Mendefinisikan ulang makna sukses akan membuat hidup kita lebih mudah. Bersyukurlah dengan kehidupan Anda, buat cita-cita setinggi langit dan berbahagialah saat mengejarnya, jangan bahagia hanya saat tercapai cita-cita itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar