Kebijakan hanyalah coretan impian di atas kertas.terkadang konsepnya begitu mengagumkan,namun tidak ada perubahan signifikan di lapangan.
Kondisi ini semakin memperburuk citra birokrasi sbg mesin implementasi kebijakan. When politic end, administratif begin. Ketika sebuah kebijakan telah diputuskan (proses politik) maka berikutnya birokrasi yg bekerja utk mewujudkannya.
Sayangnya,birokrasi pun tak lepas dari lingkar politik. Org2 partisan mengambil tempat di birokrasi,dan para birokrat karenanya sedikit banyak memiliki keberpihakan kepada org2 politik yg menjadi atasan mereka.
Entah single majority partai yg menguasai pemerintahan atau pemerintahan yg dibentuk melalui koalisi,tampaknya sulit memisahkan politik n birokrasi. Karena di birokrasi terdapat potensi resources utk menggerakkan roda partai. Mana ada semut yg tak menyukai gula. Kecuali semutnya lg puasa.he
lihat saja kasus tampomas terbakar, merpati terjun bebas, jembatan rontok sebelum diresmikan, bagi2 proyek wisma .tlet adalah apa yg disebut Prof. Sofyan 'simptom', gejala2 bahwa ada yg tidak beres di situ.
Reformasi birokrasi kata Prof. Thoha terkait struktur n kultur. Lembaga yg diamanahi melakukan reformasi birokrasi harus terlebih dulu menjadi contoh reformasi birokrasi yg sukses. Jangan membersihkan lantai dgn sapu yg kotor,jadinya hanya membuang waktu,tenaga dan uang negara.
Perubahan tidak bisa lepas dari komitmen pemimpin. Pemimpin yg mencintai n menjiwai amanahnya utk memajukan bangsa akan secara total berfokus pada tujuan tersebut. Meskipun harus melalui kompromi politik, namun itu tak bisa dijadikan alasan utk lemah karena telah menjadi realitas yg harus dihadapi.
Kapan kita memiliki pemimpin seperti itu..semoga saja dia lahir ketika masyarakat nusantara setia pada kebaikan. Karena pemimpin adalah cerminan kondisi rakyatnya.
Kita tak perlu uang mereka yg butuh suara kita saat pemilu,lalu melupakan kita 5 tahun masa kerjanya.
Kitalah yg membayar mreka mlalui pajak,retribusi,dll. Jd org2 trprcya lh yg layak mewakili kita di kursi elit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar