Sabtu, 25 Juni 2011

rumitnya masalah pelacuran

pelacuran barangkali sama tuanya dengan kemiskinan, perjudian, dan korupsi.

dari sudut pandang apapun tidak ada yang membenarkan kegiatan ini. mulai dari agama, norma masyarakat, hingga kesehatan. menurut sebuah riset di bali 50% pekerja seks mengidap HIV/AIDS, dan penyakit kelamin.

lalu bagaimana mengatasinya?
sejauh ini yang paling mudah adalah melakukan pengusiran atau penggusuran lokasi praktek tsb. apakah masalah selesai? tentu tidak. karena pekerja seks ini bisa jadi sumber penghidupan keluarga yg jika diputus akan mengancam jiwa satu keluarga.

berikutnya adalah lokalisasi. ini jg tidak menyelesaikan masalah. asumsinya utk meminimalisasi efek negatif,tapi yang ada justru membuat subur praktek ini.

berikutnya adalah karantina dan diberikan pelatihan keterampilan tertentu. biasanya menjahit dan salon. dengan asumsi dgn keahlian yg diberikan mereka bisa mencari nafkah yang lebih baik.
nyatanya, salon yg dibuka justru menjadi tmpat praktek baru.

rumit.
ada solusi??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar